Bacajuga: Dampak Stratifikasi Sosial di Sekolah 2. pengertian stratifikasi sosial strafifikasi sosial yaitu pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atas dasar kekuasaan atau hak-hak istimewah. stratification berasal dari kata strata dan stratu yang berarti lapisa, karena itu stratifikasi juga disebut sebagai pelapisan masyarakat.
1 Gejala Sosial akibat Pengaruh Penyimpangan Sosial. Menurut Robert M. Z. Lawang, penyimpangan sosial adalah semua tindakan yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial. Perilaku menyimpang dapat menimbulkan berbagai gejala sosial, baik yang bersifat positif atau negatif. Penyimpangan sosial positif dapat memicu
AdvertisementIndustrialisasi membawa efek positif dan negatif. Selama industrialisasi, sektor manufaktur menikmati peningkatan pesat output. Itu juga menciptakan lebih banyak pekerjaan dan pendapatan di dalam perekonomian seiring dengan upaya meningkatkan nilai tambah output sektor primer. Tapi, industrialisasi juga telah mengakibatkan
KonflikSosial: Pengertian, Penyebab dan Contoh. Desember 17, 2021. Yusuf Abdhul. Bagikan. Artikel ini berisi pengertian konflik sosial, faktor-faktor penyebab, dampak negatif dan positif bahkan beserta dengan contoh konflik sosial. Pernahkah mengalami konflik sosial baik dengan teman satu kelas, teman kampus, atau bahkan anggota dalam keluarga
DampakJejaring Sosial. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, dampak adalah pengaruh kuat yg mendatangkan akibat (baik negatif maupun positif). Dengan adanya situs jejaring sosial, penyebaran informasi dapat berlangsung secara cepat (Lin & Atkin, 2002). Namun kemunculan situs jejaring sosial ini menyebabkan interaksi interpersonal secara tatap
Jelaskandampak positif dan negatif dari stratifikasi sosial ? Dampak positif Membuka kesempatan bagi masyarakat dari ras, agama, dan agama apapun untuk tetap maju dan memotivasi untuk memajukan kesejahteraan negara. Menunjukkan bahwa perbedaan suku dan agama bukan merupakan penghalang dari persatuan suatu masyarakat.
Contoh: bencana alam. 4. Dilihat dari Hasil. a) Progress. Progress merupakan perubahan sosial yang sangat diharapkan masyarakat. Perubahan yang membawa kemajuan ini menguntungkan masyarakat seperti bergantinya masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern. Contoh : penemuan alat komunikasi, transportasi.
Perubahansosial yang terjadi di masyarakat dapat menimbulkan pergolakan di daerah. Hal ini dapat terjadi karena akibat dari beberapa faktor, yaitu sebagai berikut. 1) Perbedaan agama, ras, suku bangsa, dan politik. 2) Tidak memperhatikan tatanan hidup. 3) Mengabaikan nilai dan norma di masyarakat.
DAMPAKPOSITIF DAN NEGATIF PELAPISAN SOSIAL 1. Dampak positif Stratifikasi Sosial Orang-orang akan berusaha untuk berprestasi atau berusaha untuk maju karena adanya kesempatan untuk pindah strata. Kesempatan ini mendorong orang untuk mau bersaing, dan bekerja keras agar dapat naik ke strata atas.
Pembangunandan Kebudayaan 2. Dampak Pembangunan Positif dan negatif 3. Analisis Dampak Pembangunan terhadap Sistem Sosial Budaya 3.1. Dampak Sosial-Budaya pada Tahapan Perencanaan Pembangunan 3.2. Dampak Sosial Budaya pada Tahapan Pelakasanaan Pembangunan 3.3. Dampak Sosial-Budaya pada Tahapan Pemanfaatan Pembangunan 4.
xzR1kg. Tenaga tidak terdidik dan tidak terlatih, contohnya pekerja yang berprofesi sebagai tukang kebun, pembantu rumah tangga, penyapu jalan. Tenaga semi terampil, contohnya pekerja yang berprofesi sebagai pelayan restoran maupun pekerja pabrik dan perusahaan yang tidak membutuhkan keahlian khusus. Tenaga terampil, contohnya pekerja yang berprofesi sebagai penjahit, tukang potong rambut dan buruh pabrik yang memiliki keahlian yang baik. Tenaga semi profesional yaitu kelompok yang mempunyai kemampuan namun tidak dapat berhasil mendapatkan gelar. Contohnya teknisi dengan pendidikan menengah dan pegawai kantor. Tenaga profesional yaitu pekerja yang mempunyai gelar pendidikan yang tinggi serta dapat berhasil dalam bidang yang ditekuninya. Elit yaitu kelompok yang berhasil dalam bidangnya bahkan kelompok tersebut sangat dihargai dan dikenal dalam lingkup yang luas. Macam stratifikasi sosial yang terakhir menurut kriteria politiknya. Stratifikasi ini berkaitan dengan kekuasaan yang terdapat dalam masyarakat. Dalam hal ini terdapat pihak yang dikuasai dan menguasai. Kekuasaan dalam kelompok masayarakat memiliki bentuk dan pola yang berbeda. Untuk bentuk kekuasaannya berdasarkan adat istiadat, kebiasaan dan perilaku dalam sebuah lingkungan tersebut. Macam stratifikasi sosial dalam bidang politik terdapat pola umum sistem pelapisan kekuasaan menurut Mac Iver yang meliputi Tipe Kasta Tipe kasta termasuk macam stratifikasi sosial dalam bidang politik. Tipe kasta merupakan kelompok masyarakat yang dipisahkan dengan garis pemisah yang kaku dan tegas. Dalam stratifikasi sosial ini terdapat mobilitas sosial yang berlangsung vertikal tingkatannya dapat naik atau turun sulit untuk terjadi. Hal tersebut dikarenakan status yang dimiliki seseorang diperoleh dari orang tuanya atau sejak lahir. Stratifikasi Sosial Tipe Kasta Tipe Oligarkis Tipe oligarkis termasuk macam stratifikasi sosial dalam bidang politik. Tipe ini dipisahkan dengan garis pemisah yang tegas namun untuk dasar kelasnya ditentukan menurut kebudayaan masyarakatnya. Maka dari itu mobilitas sosialnya sulit terjadi. Dalam tipe oligarkis, kesempatan untuk memperoleh tingkatan naik atapun turun dapat berlangsung dengan cepat daripada tipe kasta. Stratifikasi Sosial Tipe Oligarkis Tipe Demokratis Tipe demokratis termasuk macam stratifikasi sosial dalam bidang politik. Tipe ini dipisahkan dengan garis pemisah yang terbuka, maka mobilitas sosialnya dapat mudah terjadi kenaikan dan penurunan tingkat. Kedudukan seseorang tersebut tidak ditentukan oleh faktor kelahirannya. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama dalam mendapatkan tingkat yang naik ataupun turun. Kedudukan tersebut dapat diperoleh berdasarkan faktor keberuntungan dan kemampuan. Stratifikasi Sosial Tipe Demokratis Fungsi Stratifikasi Sosial Stratifikasi sosial merupakan perbedaan-perbedaan sosial dimana masyarakat diurutkan secara bertingkat dalam matra ketidakseimbangan. Stratifikasi sosial berfungsi untuk memberikan kesempatan dalam kehidupan life change atau gaya hidup yang rata-rata sama dan mungkin memperlihatkan kesadaran tentang identitas bersama, dan ciri-ciri ini lebih jauh membedakan mereka dari strata yang lain. Fungsi stratifikasi sosial yakni Distribusi hak-hak istimewa yang obyektif, seperti menentukan penghasilan, tingkat kekayaan, keselamatan dan wewenang pada jabatan/pangkat/ kedudukan seseorang. Sistem pertanggaan tingkatan pada strata yang diciptakan masyarakat yang menyangkut prestise dan penghargaan, misalnya pada seseorang yang menerima anugerah penghargaan/gelar/kebangsawanan, dan sebagainya. Kriteria sistem pertentangan, yaitu apakah didapat melalui kualitas pribadi, keanggotaan kelompok, kerabat tertentu, kepemilikan, wewenang atau kekuasaan. Penentu lambang-lambang simbol status atau kedudukan, seperti tingkah laku, cara berpakaian dan bentuk rumah. Tingkat mudah tidaknya bertukar kedudukan. Alat solidaritas diantara individu-individu atau kelompok, yang menduduki sistem sosial yang sama dalam masyarakat. Menurut teori fungsionl stratifikasi functional theory of stratification, menyatakan bahwa stratifikasi bersifat universal, karena masyarakat membutuhkan orang-orang yang terbaik untuk menangani tugas-tugas penting dan mereka ini harus mendapat penghargaan yang layak, atau karena ketertiban sosial dan integrasi itu membutuhkan patokan stratifikasi. Stratifikasi sosial juga erat kaitannya dengan pelapisan masyarakat menurut kelas, kasta, dan lain sebagainya. Proses Pembentukan Stratifikasi Sosial Selanjutnya terdapat proses pembentukan stratifikasi sosial. Stratifikasi sosial dapat dibagi menjadi dua menurut proses pembentukannya yaitu Stratifikas Sosial Alami Proses pembentukan stratifikasi sosial ini berlangsung secara alamiah atau dengan sendirinya. Pembentukan tersebut terjadi bersamaan dengan dinamika kehidupan masyarakat tanpa kita sadari. Misalnya kepandaian yang dimiliki oleh seorang siswa. Dengan begitu siswa tersebut memiliki kedudukan tertinggi dalam stratifikasi sosial. Stratifikas Sosial Buatan Stratifikasi sosial buatan merupakan pembentukan lapiasan sosial berdasarkan kesengajaan dan penuh dengan kesadaran. Pembentukan ini bertujuan untuk memperoleh kepentingan tertentu yang berhubungan dengn tugas dan kekuasaan. Contohnya pembentukan TNI, Sistem Pemerintahan dan Partai Politik. Faktor Penyebab Stratifikasi Sosial Faktor-faktor penyebab Terbentuknya stratifikasi sosial dalam masyarakat didukung oleh Ukuran kekayaan. Seseorang yang memiliki kekayaan paling banyak termasuk dalam lapisan teratas. Kekayaan tersebut dapat dilihat melalui ukuran rumah, mobil pribadi, cara berpakaian, dsb. Ukuran kekuasaan. Seseorang yang memiliki wewenang terbesar menempati lapisan paling atas. Misalnya saja presiden, menteri, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, hingga ketua RT. Ukuran kehormatan. Orang yang paling disegani dan dihormati biasanya mendapatkan tempat paling tinggi. Ukuran ini banyak dijumpai pada pada masyarakat tradisional. Biasanya mereka adalah golongan tua atau mereka yang pernah berjasa. Ukuran ilmu pengetahuan. Seseorang yang memiliki derajat pendidikan yang tinggi menempati posisi teratas dalam masyarakat. Misalnya, seorang sarjana lebih tinggi tingkatannya daripada seorang lulusan SMA. Akan tetapi, ukuran tersebut kadang menyebabkan terjadinya efek negatif karena ternyata bukan mutu ilmu pengetahuannya yang menjadi ukuran, melainkan ukuran gelar kesarjanaannya. Ukuran-ukuran diatas tidaklah bersifat limitatif. Dampak Stratifikasi Sosial Dampak Positif Adapun dampak postif dari stratifikasi ini adalah Adanya kemauan dari setiap individu di dalam masyarakt untuk bersaing untuk berpindah kasta, sehingga mendorong setiap individu untuk berprestasi, bekerja keras. Meningkatnya pemerataan pembangunan setiap daerah, baik atas usulan masyarakata di wilayah tersebut atau pemerintah guna menghilangakan kesenjangan sosial Dampak Negatif Dampak negative dari stratifikasi sosial ini dibagi menjadi 3 aspek Konflik Antar Kelas Dalam masyarakat terdapat lapisan sosial karena ukuran seperti kekayaan, kekuasaan, dan pendidikan. Kelompok dalam lapisan sosial tadi disebut kelas sosial. Apabila terjadi perbedaan kepentingan antar kelas sosial maka akan muncul konflik antarkelas. Contohnya demonstrasi buruh yang menuntut kenaikan upah. Konflik Antar Kelompok Sosial Masyarakat yang beranekaragam dan majemuk menajadikan timbulnya kelompok sosial. Diantaranya kelompok sosial berdasarkan ideology, profesi, agama, suku dan ras. Akibatnya akan muncul usaha untuk menguasai kelompok lain dengan pemakasaan dan akibatnya muncullah konflik. Contohnya, tawuran pelajar, konflik antar suku. Konflik Antar Generasi Konflik ini terjadi antara generasi tua yang mempertahankan nilai, kondisi atau adat lama dengan generasi muda yang ingin mengadakan perubahan. Contohnya sistem musayawarh yang mulai luntur, sopan santun yang sudah berkurang. Manfaat Stratifikasi Sosial Dapat melihat dengan jelas diri kita sebagai individu dan sebagai anggota kelompok atau masyarakat. Dapat mengkaji tempat kita didalam masyarakat serta dapat melihat dunia atau budaya lain yang belum kita ketahui sebelumnya. Dapat semakin memahami norma, tradisi, keyakinan, dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat lain dan memahami perbedaan-perbedaan yang ada. Dapat mengetahui dan memahami berbagai situasi dan masalah-masalah social budaya yang ditemui dalam kehidupan. Dapat memberikan sumbangan nyata dalam proses pembangunan nasional, khususnya dalam membantu warga masyarakat dan pemerintah dalam proses pengendalian social demi tetap terpeliharanya keteraturan dan ketertiban social. Dapat membantu pemerintah dalam upaya – upaya mensosialisasikan nilai – nilai budaya yang tumbuh dan berkembang didalam kehidupan social kemasyarakatan. Contoh Stratifikasi Sosial Belakangan ini penegak hukum indonesia dirasa kurang tegas dalam mengambil keputusan terutama pada kasus korupsi. Mungkin ada ketidak beresan pada sistemnya atau mungkin pada pelaku penegak hukumnya sendiri. Karena sangat terlihat jelas ketika mengambil keputusan atas hukuman yang diberikan pada pelaku tindak korupsi. Tetapi ketika dihadapkan dengan kasus-kasus kecil atau kasus yang dilakukan oleh masyarakat kalangan bawah. Contohnya kasus pencurian yang sangat sepele seperti kasus nenek Asyani yang dituduh mencuri kayu tetapi mendapat hukuman yang berat, bahkan lebih berat dari pada hukuman yang diberikan pada kasus korupsi. Hal ini tidak hanya terjadi sekali atau dua kali, tetapi berkali-kali. Hampir setiap ada kasus korupsi selalu seperti itu, bahkan ketika dihadapkan dengan kasus semacam ini hukum di Indonesia akan tampak tak berdaya. Analisa Keadilan harus ditegakkan tanpa pandang bulu, entah itu orang kaya atau miskin, petani, nelayan ataupun pejabat. Indonesia harus segera bangkit dari keterpurukan ini. Mau sampai kapankah terus seperti ini. Negara yang bersih dari korupsi, bersih dari stratifikasi sosial, bersih dari segala macam kejahatan harus diwujudkan. Ketika terjadi kasus seperti ini berarti telah menyimpang dari cita-cita bangsa karena tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Dan itu semua harus dihilangkan dan jangan terus menerus dilakukan. Kesadaran diri dari para pelaksana hukum dan penegak hukum harus dilaksanakan jangan hanya tau teori saja tetapi yang lebih penting adalah praktiknya. Demikian Penjelasan Materi Tentang Stratifikasi Sosial Pengertian, Pengertian Stratifikasi Sosial Menurut Para Ahli, Ciri, Macam, Fungsi, Proses, Dampak, Manfaat dan Contoh Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi.
Keywords Stratifikasi Sosial, Kehidupan Masyarakat Abstract Stratifikasi sosial ini tentunya menimbulkan beberapa dampak yang terjadi dalam kehidupan sosial, baik dampak negatif maupun dampak positif. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui dampak stratifikasi sosial terhadap dalam kehidupan rmasyarakat di Kampung Anjereuw Distrik Samofa Kabupaten Biak Numfor. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data mengguanakan Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Adapaun analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Dampak Stratifikasi Sosial Dalam Kehidupan Bermasyarakat Di Kampung Mandow Distrik Samofa Kabupaten Biak Numfor adalah Ukuran keturunan terlepas dari ukuran kekayaan atau kekuasaan, keturunan yang di maksud adalah keturunan berdasar golongan kebangsawanan akan menempati lapisan atas seperti gelar, kekayaan, kepandaian dan kekuasaan. dan hal tersebut sangat berpengaruh dan berdampak pada kehidupan sosial masyarakat. References Berghe, van den, Pierre, 1967. Dialectic and Functionalism Toward a Synthesis, dalam Demerath III System, Change, and Conflict, The Free Press, New York, Collier-McMillan limited, London. Furnivall, 1967, Netherlands India A Study of Plural Economy, Cambridge at The University Press. Geertz, Clifford. 1989. Abangan, Santri, dan Priyayi dalam Masyarakat Jawa terj., Jakarta. Dunia Pustaka Jaya. Grusky, David 1994. Social Strtification, Class, Race And Gender; Boulder-San Fransisco-Oxford Westview Press Lawang, Robert. 1985. Sistem Sosial di Indonesia, Jakarta Penerbit PT Kurunika Universitas Terbuka. Miles, B. Mathew & Michael Huberman. 1992. Analisis Data Kualitatif Buku Sumber Tentang Metode-metode Baru. Jakarta UIP Nasikun. 1993. Sistem Sosial Indonesia, Jakarta PT RajaGrafindo Persada Rahman, Boby, and Selviyanti Ega. 2018. “Studi Literatur Peran Stratifikasi Sosial.” Jurnal Planologi 152195–215. Sanderson, 2000. Sosiologi Macro, Sebuah Pendekatan Terhadap Realitas Sosial; Jakarta PT RajaGrafindo Persada Saripudin, Didin. 2005. Mobilitas dan Perubahan Sosial, Penerbit Masagi Foundation, Bandung Soekanto, Soerjono. 1979. Sosiologi Suatu Pengantar; Jakarta Yayasan Penerbit Universitas Indonesia. Soemardjan, Selo-Soemardi, 1974. Setangkai Bunga Sosiologi; Jakarta Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Sunarto, Kamanto. 2004. Pengantar Sosiologi, Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta. Abstract viewed = 2110 times PDF downloaded = 15443 times
Poin yang ditanyakan adalah mengenai dampak negatif stratifikasi sosial. Salah satu dampak negatif adanya sistem stratifikasi adalah terjadinya kesenjangan sosial. Kondisi ini ditunjukkan dengan adanya ketidakseimbangan antar kelas sosial dalam masyarakat terkait kesempatan memperoleh hak dan kewajiban. Misalnya, pada masyarakat dengan sistem stratifikasi sosial tertutup golongan bawah sulit bahkan tidak mendapat kesempatan untuk naik kelas sosialnya. Sementara, kelas sosial atas tanpa suatu usaha sudah menempati atas tersebut. Jadi, jawaban yang tepat adalah C.