Kenaikan harga BBM sampai dengan Rp1.500 akan mengakibatkan inflasi bertumbuh 1,6%, tetapi juga akan mengakibatkan reduksi subsidi sebesar Rp57 triliun," kata Pri. Jika hitungan itu jadi nyata
Harianjogjacom,JOGJA — Pengamat Ekonomi Energi dan Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Fahmy Radhi menilai kebijakan yang diambil PT Pertamina (Persero) kembali menaikkan harga BBM nonsubsidi per Rabu (3/8/2022) sudah tepat. Meski begitu, Pertamina juga harus konsekuen jika harga minyak dunia turun, harga BBM juga bisa turun. "Keputusan tepat [kenaikan BBM nonsubsidi], sebagai
Kemungkinanbesar turun, harga BBM non subsidi kan bergantung kepada harga minyak mentah dunia dimana sekarang ini sedang naik karena konflik Rusia-Ukraina dan terjadi di banyak negara, nanti jika harga minyak normal kembali pasti harganya turun mengingat BBM sekelas Pertamax jarang diumumkan kalau turun.
Petugasmengisi BBM subsidi jenis premium di SPBU Cikini Jakarta Pusat (Foto: Suara Pembaruan) Jakarta - Menteri BUMN, Dahlan Iskan, mengungkapkan, harga BBM akan diumumkan pascasidang paripurna DPR RI.
Menurutensiklopedia, Jika harga BBM diumumkan akan naik maka permintaan BBM akan . pada saat ini? jawabanya adalah turun
BJika harga BBM tidak naik maka harga kebutuhan pokok akan turun C Jika harga from STUDENT S1 at Muhammadiyah University of Yogyakarta. Study Resources. Main Menu; by School; by Literature Title; by Subject; Textbook Solutions Expert Tutors Earn. Main Menu; Earn Free Access;
QdgJ4I. Jakarta Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono menyebut pemerintah telah berkali-kali menggelar rapat untuk membahas kenaikan harga BBM. Besar kemungkinan harga BBM akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat. Ekonom INDEF, Nailul Huda menilai, kenaikan harga BBM akan mendorong menaikkan angka inflasi. Dalam hitungannya, angka inflasi bisa menyentuh 7 persen dari yang saat ini mencapai 4,94 persen yoy. Harga Minyak Dunia Menguat, Harga Pertamax Naik Lagi Bulan Depan? VIDEO Per 1 Juni 2023 Harga BBM Pertamax Resmi Turun Jadi Rp Per Liter Harga BBM Terbaru Pertamina, Shell dan BP-AKR 1 Juni 2023, Banyak yang Turun "Jika ada kenaikan BBM akan membuat inflasi akan semakin tinggi. Bisa mencapai lebih dari 7 persen jika Pertalite dinaikkan," kata Huda saat dihubungi Jakarta, Senin 15/8/2022. Huda menuturkan kenaikan harga BBM bisa mengerek banyak kenaikan harga. Semua harga barang akan naik karena biaya transportasi mengalami kenaikan. Sebaliknya, jika pemerintah tidak menaikkan harga BBM, beban pemerintah menekan subsidi energi bisa makin bengkak. Sehingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara APBN semakin bengkak. "Tapi jika tidak dinaikkan beban APBN semakin berat," kata dia. Kenaikan harga BBM juga bisa mengganggu konsumsi rumah tangga yang sedang dalam masa pemulihan. Bahkan terancam mengalami kontraksi dan mengganggu ekonomi nasional. "Saya merasa jika dinaikkan akan menjadi beban bagi masyarakat dan konsumsi rumah tangga bisa terkontraksi. Berbahaya bagi pertumbuhan ekonomi kita," kata dia. Kalaupun harus menaikkan harga BBM, kata Huda, sebaiknya pemerintah menaikkan selain jenis Pertalite. Sehingga masyarakat masih bisa mengkonsumsi BBM dengn harga terjangkau. "Maka memang langkah paling pas adalah menaikkan harga BBM non pertalite. Jadi pertalite masih tetap harganya," kata dia. * Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang ini terjadi karena bayang-bayang gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia. Lalu ancaman tekanan inflasi yang saat ini tengah terjadi di beberapa negara. Kondisi ekonomi regional dan global hingga potensi krisis ekonomi dan krisis keuangan menja...
Foto Kesibukan aktivitas pembeli dan pedagang di Pasar Tradisional Kranji, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 2/4. Jelang memasuki Ramadhan pada esok hari harga sayuran mengalami kenaikan. Cnbc Indonesia/Muhammad Sabki Jakarta, CNBC Indonesia - Dengan skenario kenaikan harga bahan bakar minyak BBM jenis Pertalite dan Solar Subsidi sebesar 30%-40%, inflasi di dalam negeri berisiko tembus hingga 7%. Jika terjadi, inflasi Indonesia akan mendekati laju Indeks Harga Konsumen IHK di Amerika Serikat yang mengalami inflasi pada Juli Bank Danamon, Irman Faiz mengungkapkan jika ada kenaikan harga BBM subsidi pada September ini, maka inflasi akan kembali naik hingga akhir tahun."Jika dengan skenario yang beredar sekarang, dimana Solar ke Rp dan Pertalite ke Rp ada potensi inflasi bisa ke 6% - 7% di akhir tahun," papar Irman kepada CNBC Indonesia, Selasa 31/8/2022. Hal serupa juga disampaikan oleh Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman dalam catatannya mengenai inflasi. Dia memperkirakan inflasi pada semester 2-2022 berisiko mengalami kenaikan akibat perubahan harga bahan bakar."Kami berekspektasi inflasi akan terus naik di semester II-2022 di tengah perbaikan permintaan demand-pull inflation, ditambah dengan tingginya harga bahan pangan dan energi cost-push inflation," ujarnya, Selasa 31/8/2022.Menurutnya, inflasi yang tinggi masih bertahan dan meningkat ke depannya, bahkan setelah pemerintah memberikan sinyal untuk menaikkan harga BBM Pertalite dan menambahkan dampak dari kenaikan harga BBM tersebut diperkirakan akan menonjol. "Tidak hanya memiliki dampak putaran pertama pada inflasi harga yang diatur, tetapi juga dampak putaran kedua pada transportasi serta barang dan jasa lainnya," ini akan mendorong inflasi utama dan inti secara signifikan setelah penyesuaian harga dieksekusi Bank Mandiri menunjukkan bahwa jika harga Pertalite dinaikkan dari Rp per liter menjadi Rp per liter, maka inflasi sebesar akan naik sebesar 0,83 persentase poin ppt dan berpotensi memangkas pertumbuhan ekonomi sebesar -0,17 jika harga Solar naik dari Rp per liter menjadi Rp per liter, maka kontribusi kenaikan inflasinya sekitar 0,33 ppt dan berpotensi menurunkan pertumbuhan sebesar -0,07 demikian, Faisal mengungkapkan Bank Mandiri memperkirakan tahun ini dapat tembus ke kisaran 6%. [GambasVideo CNBC] Artikel Selanjutnya Pemerintah 'Menggodok' Rencana Kenaikan Harga Pertalite CS haa/haa